Link Geo sangat baik jika ditampilkan melalui FIREFOX. Anda dapat mendownloadnya di SINI

Buku-buku pilihan


Masukkan Code ini K1-89F7C3-1
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

Link-Geo Search Engine

Custom Search

Online Indonesian English Dictionary

Tampilkan postingan dengan label Biosfer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biosfer. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Agustus 2009

Antartik

Seperti namanya maka wilayahnya mencakup kawasan di kutub Selatan. Jenis fauna yang hidup di daerah ini memiliki bulu lebat dan mampu menahan dingin., misalnya rusa kutub, burung pingguin, anjing laut, kelinci kutub, dan beruang kutub.

Oceanik

Fauna di wilayah ini tersebar di kawasan kepulauan di Samudra Pasifik. Wilayah ini merupakan pengembangan dari wilayah Australian daratan, dengan spesifikasi fauna tertentu. Oleh karena itu jenis faunanya hampir sama dengan wilayah Australian.

Australian

Wilayah ini mencakup kawasan Australia, Selandia Baru, Irian, Maluku, dan pulau-pulau sekitarnya. Beberapa hewan khas wilayah ini adalah kanguru, kiwi, koala, cocor bebek (sejenis mamalia bertelur). Terdapat beberapa jenis burung yang khas wilayah ini seperti burung cendrawasih, burung kasuari, burung kakaktua, dan betet. Kelompok reptil antara lain buaya, kura-kura, ular pitoon.

Oriental

Fauna di wilayah ini tersebar di kawasan Asia terutama Asia Selatan dan Asia tenggara. Fauna Indonesia yang masuk wilayah ini hanya di Indonesia bagian Barat. Hewan yang khas wilayah ini adalah harimau, orang utan, gibbon, rusa, banteng, dan badak bercula satu. Hewan lainnya adalah badak bercula dua, gajah, beruang, antilop berbagai jenis reptil, dan ikan. Adanya jenis hewan yang hampir sama dengan wilayah Ethiopian antara lain kucing, anjing, monyet, gajah, badak, dan harimau, menunjukkan bahwa Asia Selatan dan Asia Tenggara pernah menjadi satu daratan dengan Afrika.

Ethiopian

Wilayah persebarannya meliputi benua Afrika, dari sebelah Selatan Gurun Sahara, Madagaskar dan Selatan Saudi Arabia.Hewan yang khas daerah ini adalah: gajah Afrika, badak Afrika, gorila, baboon, simpanse, jerapah. Mamalia padang rumput seperti zebra, antilope, kijang, singa, jerapah, harimau, dan mamalia pemakan serangga yaitu trengiling. Mamalia endemik di wilayah ini adalah Kuda Nil yang hanya terdapat di Sungai Nil, Mesir. Namun di Madagaskar juga terdapat kuda Nil namun lebih kecil. Menurut sejarah pulau Madagaskar pernah bersatu dengan Afrika. Wilayah Ethiopian juga memiliki hewan yang hampir sama dengan di wilayah Oriental seperti: golongan kucing, bajing, tikus, babi hutan, kelelawar, dan anjing.

Neotropical

Daerah persebaran fauna Neotropical terbentang dari Amerika Selatan, Meksiko bagian selatan, termasuk Amerika Tengah
http://insectscience.org/7.08/ref/i1536-2442-2007-08-f201w.gif

Wilayah fauna Neotropik tersebar dari Meksiko bagian selatan sampai Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Kondisi wilayah Neotropik sebagian besar beriklim tropis dan di Amerika Sealatan lebih banyak yang beriklim sedang.

Beberapa jenis fauna khas yang hidup di wilayah fauna ini antara lain :

Kukang, armadillo, alpaka, kelelawar penghisap darah, orang utan, siamang, trenggiling, menjangan, sejenis babi, kuda, kera dan tapir (berbeda dengan tapir Asia terutama pada punggungnya.

Alpaka

Alpaka

Armadillo

Armadillo

Kukang

Kukang

Kelelawar penghisap darah

Kelelawar penghisap darah

Trenggiling

Trenggiling

Siamang

Siamang




Neartic

Kawasan ini meliputi daerah Holartic, yaitu meliputi seluruh Amerika Utara, dataran tinggi Meksiko dan Greenland.

http://birdfreak.com/wp-content/uploads/2007/04/nearctic.png

Pada wilayah persebaran ini terdapat beberapa bioma yang mendominasi kawasannya, antara lain :
  1. Amerika Utara bagian timur banyak ditumbuhi oleh vegetasi hutan gugur.
  2. Amerika Utara bagian tengah terdiri atas bioma padang rumput
  3. Amerika Utara bagian utara didominasi oleh bioma taiga yang memiliki hutan konifer yang sangat luas.
  4. Lingkungan fisik wilayah Greenland tertutup oleh salju dengan ketebalan yang sulit ditentukan

Beberapa jenis fauna khas di wilayah Neartik antara lain :

Antelop bertanduk cabang tiga, prairie dog sejenis tupai dari Amerika Utara, kolkum (kalkun), burung biru, salamander, bison, karibou, mockingbird dan muskox.

Kalku

Kalkun

Antelop

Antelop

Burung Biru

Burung Biru

Bison

Bison

Karibou

Karibou

Muskox

Muskox

Salamander Pseudotriton - hidup di rerumputan

Salamander Pseudotriton - hidup di rerumputan

Tupai Amerika Utara

Tupai Amerika Utara

Paleartic

Kawasan persebaran fauna paleartik meliputi bagian utara benua Asia dan Eurasia, Himalaya, Afghanistan, Persia, Afrika, Inggris dan Jepang.
http://www.asia-dragonfly.net/includes/Images/180px-Palearctic.png


Kawasan ini memiliki ciri-ciri antara lain memiliki perbedaan suhu yang tinggi dan curah hujan yang berbeda-beda dan memiliki beberapa jenis fauna yang khas seperti:
  1. Tikus, bison, landak dan menjangan kutub.
  2. Fauna yang terbatas penyebarannya seperti unta, rusa kutub dan beruang kutub.
  3. Beberapa jenis reptil yang berhubungan dengan fauna Ethiopian dan Oriental
  4. Fauna endemik yang hanya terdapat di daerah Cina, yaitu beruang Panda.
Beruang Panda - hewan endemik wilayah Paleartik yang hanya ada di Cina

Beruang Panda - hewan endemik wilayah Paleartik yang hanya ada di Cina

Tikus

Tikus

Rusa Kutub

Rusa Kutub

Bison

Bison

Beruang Kutub

Beruang Kutub

Persebaran Fauna di dunia

Wilayah persebaran fauna pertama kali diperkenalkan oleh Sclater (1858) dan kemudian dikembangkan oleh Huxley (1868) dan Alfred Russel Wallace (1876). Hewan merupakan makhluk hidup yang memiliki gerak aktif, sehingga cenderung untuk berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Ada beberapa faktor tertentu yang menyebabkan suatu jenis fauna tidak bisa bertahan hidup pada kawasan tertentu. Ketidakmampuan untuk bertahan hidup tersebut antara lain karena kalah bersaing dengan hewan jenis lain dan juga karena adanya barrier (penghalang).

Dengan demikian, ada beberapa faktor pendorong dan juga faktor penghambat terjadinya persebaran hewan. Beberapa faktor pendorong terjadinya persebaran hewan, yaitu:

1.
Kecepatan reproduksi
Jika reproduktif hewan relatif besar, sehingga jumlahnya semakin meningkat.


2.
Persediaan makanan
Jika persdiaan makanan menipis sehingga ada sebagian jenis fauna yang berpindah ke
tempat lain.


3.
Lahan tempat tinggal yang sempit
Semakin sempit lahan, menyebabkan persaingan sesama jenis dan mendorong jenisnya
berpindah tempat.

4. Habitat yang rusak
Habitat yang rusak dapat menyebabkan hewan yang mampu kurang beradaptasi akan
pindah ke tempat lain.



Beberapa faktor barrier dalam penyebaran fauna


relief dan topografi, berupa gunung, lautan, jurang, sungai yang dapat menahan laju perpindahan hewan

iklim
, faktor iklim yang terutama suhu, intensitas cahaya, kelembaban, curah hujan, dan angin. Bagi hewan yang hidup di daerah beriklim kutub akan sulit hidup di daerah yang beriklim tropis.

biotik, Faktor ini berupa vegetasi yang dimakan oleh jenis herbivora, dan predator. Jika faktor-faktor yang ada tersebut tidak seimbang maka jenis hewan yang tidak mampu beradaptasi akan sulit mempertahankan hidupnya.

Alfred Russel Wallace mengelompokkan persebaran fauna di dunia menjadi 6 wilayah, yaitu :


peta persebaran wilayah fauna di dunia

Wilayah persebaran fauna di dunia

1. Paleartic

Kawasan persebaran fauna paleartik meliputi bagian utara benua Asia dan Eurasia, Himalaya, Afghanistan, Persia, Afrika, Inggris dan Jepang.

2. Neartic

Kawasan ini meliputi daerah Holartic, yaitu meliputi seluruh Amerika Utara, dataran tinggi Meksiko dan Greenland

3. Ethiopian

Persebaran fauna Etipian ini meliputi daerah Afrika sebelah selatan, gurun Sahara, Madagaskar dan wilayah Arabia bagian selatan.

4. Oriental

Wilayah persebaran fauna oriental meliputi seluruh Asia Tenggara dan selatan termasuk Indonesia bagian barat.

5. Australian

Daerah yang termasuk dalam wilayah persebaran fauna Australis adalah benua Australia, Selandia Baru, Papua, Maluku dan pulau-pulau kecil di sekitar samudera Pasifik.

6. Neotropical

Daerah persebaran fauna Neotropical terbentang dari Amerika Selatan, Meksiko bagian selatan, termasuk Amerika Tengah

Rabu, 26 Agustus 2009

Persebaran Flora dan Fauna di permukaan bumi

Gejala biosfer yang berkaitan dengan dua faktor yaitu faktor fisik dan biotik dan sangat dipengaruhi oleh adanya unsur-unsur atmosfer, litosfer, dan hidrosfer. Adapun gejala biosfer pada permukaan bumi ini berbeda-beda, hal ini menyebabkan terjadinya perbedaan persebaran makhluk hidup atau terjadinya persebaran makhluk hidup yang tidak merata.


Perbedaan iklim dapat menyebabkan jenis persebaran flora dan fauna berbeda-beda. Adapun unsur-unsurnya berupa kelembaban udara, temperature, curah hujan, dan angin. Namun faktor iklim sangat dipengaruhi dengan besarnya intensitas cahaya matahari di suatu tempat. Pada lingkungan darat, pengaruh iklim terhadap persebaran organisme sangatlah besar.

Seperti yang diuraikan sebelumnya bahwa iklim dapat dipengaruhi oleh banyak sedikitnya cahaya matahari atau sering disebut dengan intensitas cahaya. Energi matahari sangat berguna bagi makhluk hidup terutama untuk tumbuhan sebagai salah satu hal penting dalam proses fotosintesis. Salah satu yang mempengaruhi pola penyinaran matahari ke bumi adalah karena adanya bentukan permukaan bumi yang berlainan (perbedaan relief bumi). Daerah yang paling banyak mendapat sinar matahari akan menjadi daerah yang padat akan vegetasi, hal ini tentu juga harus diseimbangkan dengan keadaan tanah, air, dan suhu yang ada.

Kondisi tanah (edafik) sangat mempengaruhi persebaran makhluk hidup terutama tumbuhan. Adapun baik atau tidaknya kondisi tanah sangat dipengaruhi oleh butiran tanah, mineral, humus, sirkulasi udara, dan air tanah.

Selain faktor fisik yang dapat mempengaruhi persebaran flora dan fauna faktor biotikpun dapat mempengaruhi persebaran flora dan fauna. Beberapa jenis tumbuhan besar mampu menjadi tempat hidup dan memberi kehidupan bagi makhluk hidup lain. Misalnya tumbuhan besar yang dapat menjadi tempat kehidupan hewan primata dan tempat hidupnya tumbuhan epifit. Juga tidak dapat dipungkiri kegunaan tumbuhan kecil seperti lumut yang menjadi tumbuhan perintis karena mampu hidup di batuan dan mengubah batuan itu menjadi lapisan tanah yang bisa ditumbuhi oleh tanaman yang lebih besar.

Begitupun beberapa jenis hewan dapat mempengaruhi kehidupan baik bagi tumbuhan maupun hewan lain. Misalnya lebah membawa serbuk sari dari bunga yang satu ke bungan yang lainnya sehingga penyerbukan bunga tidak hanya terjadi karena adanya angin. Juga beberapa jenis hewan pemakan buah-buahan seperti kelelawar dapat pula membantu dalam kelangsungan jenis tumbuhan tertentu, hal ini dikarenakan ketika beberapa jenis buah tersebut dimakan biji dari buah tersebut tidak ikut dicerna namun jatuh di tempat lain dan menjadi tumbuhan baru.

Namun dari semua faktor biotik yang ada, aktivitas manusialah yang sangat mempengaruhi persebaran makhluk hidup. Dengan mengubah bentukan alam dan melakukan budidaya manusia berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya dan berusaha untuk menaklukan alam. Misalnya mengubah areal hutan di pulau Kalimantan untuk perkebunan kelapa sawit. Ketika jaman orde baru pemerintah membuka lahan perkebunan dan transmigrasi dari sejuta hektar lahan gambut (organosol) di pulau Kalimantan. Lahan gambut tidak cocok digunakan sebagai lahan pertanian maupun perkebunan namun dengan tekhnik tertentu dan pemberian zat tertentu (kapur) lahan tersebut menjadi dapat ditanami oleh para petani.


Selasa, 25 Agustus 2009

Dinamika Biosfer

Selama ini diketahui bahwa bumi adalah satu-satunya tempat terdapatnya kehidupan. Setiap makhluk hidup menempati lingkungan yang cocok untuk hidupnya. Mereka berinteraksi dengan lingkungannya di dalamnya termasuk atmosfer, litosfer, hidrosfer. Semua konsep yang mempelajari tentang kehidupan organisme yang berlangsung di lapisan bumi dan interaksinya dengan lingkungan, termasuk dalam biosfer. Biosfer dipelajari untuk memberikan pengetahuan tentang pengaruh perubahan biosfer terhadap kehidupan di muka bumi. Dalam bab ini juga akan mempelajari adaptasi setiap makhluk hidup dengan lingkungannya masing-masing, serta perubahan biosfer yang berdampak pada kerusakan flora dan fauna.


Wawasan Geografi

Persebaran Flora dan Fauna

Persebaran flora dan fauna di muka bumi ini berbeda antara tempat yang satu dengan tempat yang lain. Misalnya komodo hanya terdapat di pulau Komodo, pulau Rinca, dan pulau Padar di NTT. Persebaran itu erat hubungannya dengan kondisi geografis yang juga mempunyai latar belakang sejarah geologi. Persebaran flora dan fauna tidak hanya ada di daratan tetapi juga di perairan baik itu perairan darat maupun perairan laut.


Alfred Russel Wallace (1823 – 1913)

http://www.cwrl.utexas.edu/~bump/E603B/web06/Puja/Puja%27s%20Portfolio/ARW_files/image006.jpgAlfred Russel Wallace adalah seorang yang ahli dalam hal evolusi, alam, antropologi, dan ilmuwan geografi. Ia berkebangsaan Inggris, lahir di Gwent (Monmouthsire), Inggris, pada tanggal 8 Januari 1823. Alfred Russel Wallace dijuluki sebagai Bapak Geografi Hewan. Julukan tersebut diperolehnya karena ia telah melakukan observasi terhadap persebaran hewan-hewan di dunia dan membaginya dalam beberapa wilayah persebaran. Ketika ia melakukan observasi hewan-hewan yang terdapat di wilayah Indonesia, ia mereasa terkesan karena ia menemukan adanya perbedaan antar hewan di Indonesia bagian barat dengan hewan di Indonesia bagia timur. Batas perbedaan itu dimulai dari selat Lombok sampai selat Makassar. Oleh sebab itu garis batas itu dinamakan garis wallacea (Wallacea’s line) sesuai dengan nama penemunya “Alfred Russel Wallace”.


Biosfer dapat dikatakan sebagai organisasi kehidupan yang paling besar mencakup seluruh kehidupan di muka bumi ini dan interaksinya dengan lingkungan. Setiap makhluk hidup di bumi ini menempati tempat hidupnya masing-masing baik itu di daratan (litosfer), perairan (hidrosfer), maupun udara (atmosfer). Jika di tarik garis lurus, sekitar 8 km ke rah atmosfer dan 9 km ke dasar samudera. Karena berdasarkan data penelitian di ketinggian atau kedalam itu masih ditemukan adanya kehidupan. Secara etimologi istilah biosfer merupakan gabungan dari dua kata, yaitu bio yang artinya hidup dan sphera yang artinya lapisan. Oleh itu dapat dibenarkan jika biosfer dikatakan sebagai lapisan (daerah) yang ditempati oleh makhluk hidup yaitu hewan, tumbuhan dan manusia, namun manusia tidak akan terlalu banyak dibahas pada lapisan ini karena manusia memiliki kekhususan tersendiri sebagai makhluk sosial. manusia mendiami lingkungannya sendiri yang disebut antroposfer. Diperkirakan biosfer telah berlangsung selama 4,5 milyar tahun lamanya.


Habitat.


Lingkungan yang sesuai dan cocok untuk kelangsungan hidup makhluk hidup non manusia (flora dan fauna) tersebut dinamakan sebagai habitat. Habitat dapat mempengaruhi setiap makhluk hidup yang berada di dalamnya dan berinteraksi dengan cara yang berbeda-beda. Seperti halnya tumbuhan yang ada di daerah sabana dapat menjadi makanan bagi sekelompok hewan herbivora. Jenis tanaman dan persebarannya dalam sejumlah habitat sangat berpengaruh terhadap jumlah dan jenis hewan yang mampu tinggal dalam habitat tersebut. Sebaliknya tanamanpun dapat dipengaruhi oleh keberadaan hewan. Misalnya seperti gambar di atas jenis tanaman berbunga membutuhkan serangga untuk membawa serbuk sari dari satu bunga ke bunga lain.


Habitat dapat dibagi menjadi dua macam yaitu habitat darat dan habitat air. Habitat darat dapat dipelajari dalam sistem yang disebut bioma sedangkan habitat air dibagi menjadi habitat air tawar dan air asin (laut). 70% permukaan bumi ini ditutupi oleh air laut maka lautan dapat dikatakan sebagai habitat terbesar di bumi.

Sabtu, 25 Juli 2009

Unsur Fisik Wilayah Indonesia

Wilayah Indonesia merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman sumber daya hati baik yang terdapat di darat, laut maupun udara. Keanekaragaman flora dan fauna tersebut mendorong pada peneliti dan pecinta alam datang ke Indonesia untuk meneliti flora dan fauna.

  1. Persebaran Flora (dunia tumbuhan) di Indonesia

    Tumbuh-tumbuhan yang hidup di suatu tempat ada yang tumbuh secara alami dan ada juga yang dibudidayakan oleh manusia. Flora ataua dunia tumbuhan di berbagai tempat di dunia pasti berbeda-beda, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain sebagai berikut :

    • Iklim
    • Jenis tanah
    • Relief atau tinggi rendah permukaan bumi
    • Biotik (pengaruh makhluk hidup).

    Adanya faktor-faktor tesebut, Indonesia memeliki keanekara- gaman jenis tumbuh-tumbuhan. Iklim memiliki pengaruh yang sangat besar terutama suhu udara dan curah hujan. Daerah yang curah hujannya tinggi memiliki hutan yang lebat dan jenis tanaman lebih bervariasi, misalnya: di Pulau Sumatera dan Kalimantan

    Sedangkan daerah yang curah hujannya relatif kurang tidak memiliki hutan yang lebat seperti di Nusa Tenggara. Daerah ini banyak di tum- buhi semak belukar dengan padang rumput yang luas.

    Suhu udara juga mempengaruhi tanaman yang dapat hidup di suatu tempat. Junghuhn telah membuat zonasi (pembatasan wilayah) tumbuh- tumbuhan di Indonesia sebagai berikut :

    • Daerah panas (0 – 650 meter), tumbuhan yang cocok di daerah ini adalah kelapa, padi, jagung, tebu, karet.

    • Daerah sedang ( 650 – 1500 meter), tumbuhan yang cocok di daerah ini adalah kopi, tembakau, teh, sayuran.

    • Daerah sejuk ( 1500 – 2500 meter), tumbuhan yang cocok di daerah ini adalah teh, sayuran, kina, pinus.

    • Daerah dingin (di atas 2500 meter) tidak ada tanaman budidaya

    Beberapa jenis flora di Indonesia yang dipengaruhi oleh iklim antara lain sebagai berikut :

    • Hutan Musim, terdapat di daerah Indonesia yang memiliki suhu udara tinggi dan memiliki perbedaan kondisi tumbuhan di musim hujan dan musim kemarau. Pada musim kemarau pohonnya akan meranggas dan pada musim hujan akan tumbuh hijau kembali. Contoh hutan mu- sim ialah hutan jati dan kapuk randu. Hutan musim banyak terdapat di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

    • Hutan Hujan Tropis, terdapat di daerah yang curah hujannya tinggi. Indonesia beriklim tropis dan dilalui garis khatulistiwa sehing- ga Indonesia banyak memperoleh sinar matahari sepanjang tahun, curah hujan tinggi dan temperatur udara tinggi. Di Indonesia hutan hujan tropis terdapat di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.

    • Sabana, terdapat di daerah yang curah hujannya sedikit. Sabana beru- pa padang rumput yang diselingi pepohonan yang bergerombol. Sabana terdapat di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

    • Steppa, adalah padang rumput yang sangat luas. Stepa terdapat di daerah yang curah hujannya sangat sedikit atau rendah. Stepa terda- dapat di Nusa Tenggara Timur, baik untuk peternakan.

    • Hutan Bakau atau Mangrove, adalah hutan yang tumbuh di pantai yang berlumpur. Hutan bakau banyak terdapat di pantai Papua, Sumatera bagian timur, Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan.


    Jenis-jenis hutan yang dipengaruhi iklim antara lain
    (a). Hutan Hujan Tropis, (b). Sabana, (c). Steppa, (d). Hutan Mangrove

  2. Persebaran Fauna (dunia hewa) di Indonesia)

    Keanekaragaman dan perbedaan fauna di Indonesia dipengaruhi oleh keadaan alam, gerakan hewan dan rintangan alam. Fauna atau dunia hewan di Indonesia digolongkan menjadi tiga kelompok berdasarkan pengelompokan oleh Alfred Russel Wallace dan Max Wilhelm Carl Weber. Secara ringkas tiga kelompok fauna di Indonesia adalah ebagai berikut :

    • Fauna tipe Asiatis, menempati bagian barat Indonesia sampai Selat Makasar dan Selat Lombok. Di daerah ini terdapat berbagai jenis hewan menyusui yang besar seperti gajah, harimau, badak, beruang, orang utan.

    • Fauna tipe Australis, menempati bagian timur Indonesia, meliputi Papua dan pulau-pulau sekitarnya. Di daerah ini terdapat jenis hewan seperti kangguru, burung kasuari, cendrawasih, kakaktua.

    • Fauna Peralihan dan asli, terdapat di bagian tengah Indonesia, meliputi Sulawesi dan daerah Nusa Tenggara. Di daerah ini terdapat jenis hewan seperti kera, kuskus, babi rusa, anoa dan burung maleo.



    Jenis Fauna Australis, yang terdapat di Bagian Timur Indonesia



    Peta Persebaran Fauna Indonesia berdasarkan Garis Wallace dan Garis Weber

      • Garis Wallace membatasi Fauna Asiatis dengan Fauna Peralihan
      • Garis Weber membatasi Fauna Australis dengan Fauna Peralihan.

Jenis-Jenis dan Persebaran Fauna di Indonesia

Sejarah terbentuknya daratan di Indonesia berawal pada zaman es. Pada awal zaman es tersebut, suhu permukaan bumi turun sehingga permukaan air laut menjadi turun. Pada masa itu, wilayah Indonesia bagian Barat yang disebut juga Dataran Sunda masih menyatu dengan Benua Asia, sedangkan Indonesia bagian Timur yang disebut juga Dataran Sahul menyatu dengan Benua Australia. Dataran Sunda dan Dataran Sahul juga masih berupa daratan belum dipisahkan oleh laut dan selat. Keadaan tersebut menyebabkan keanekaan flora dan fauna di Indonesia bagian Barat seperti Jawa, Bali Kalimantan, dan Sumatera pada umumnya menunjukkan kemiripan dengan flora di Benua Asia. Begitu pula denga flora dan fauna di Indonesia bagian Timur seperti Irian Jaya dan pulau-pulau disekitarnya pada umumnya mempunyai kemiripan dengan flora dan fauna di benua Australia. Jadi Indonesia pada masa itu menjadi jembatan penghubung persebaran hewan dari Asia dan Australia. Kemudian, pada akhir zaman es, suhu permukaan bumi naik sehingga permukaan air laut naik kembali. Naiknya permukaan air laut mengakibatkan Jawa terpisah dengan Benua Asia, kemudian terpisah dari Kalimantan dan terakhir dari Sumatera. Selanjutnya Sumatera terpisah dari Kalimantan kemudian dari Semenanjung Malaka dan terakhir Kalimantan terpisah dari Semenanjung Malaka.

Seorang berkebangsaan Inggris bernama Wallace mengadakan penelitian mengenai penyebaran hewan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan hewan di Indonesia bagian Barat dengan hewan di Indonesia bagian Timur. Batasnya di mulai dari Selat Lombok sampai ke Selat Makasar. Oleh sebab itu garis batasnya dinamakan garis Wallace. Batas ini bersamaan pula dengan batas penyebaran binatang dan tumbuhan dari Asia ke Indonesia (lihat gambar 1.1)


Gambar 1.1. Peta daerah flora dan fauna di Indonesia menurut Wallace dan Weber.
Sumber: Buku Geografi SMU, Drs. Priatna Sutisna, dkk.

Di samping itu seorang peneliti berkebangsaan Jerman bernama Weber, berdasarkan penelitiannya tentang penyebaran fauna di Indonesia, menetapkan batas penyebaran hewan dari Australia ke Indonesia bagian Timur. Garis batas tersebut dinamakan garis Weber (lihat gambar 1.1).

Sedangkan daerah diantara dataran Sunda dan dataran Sahul oleh para ahli biografi disebut daerah Wallace atau daerah Peralihan. Mengapa disebut daerah Peralihan? Karena di daerah ini terdapat beberapa jenis hewan Asia dan Australia, jadi merupakan daerah transisi antara dataran Sunda dan dataran Sahul. Misalnya di daerah Sulawesi juga terdapat hewan yang ada juga di Jawa, contohnya rusa dan monyet, sedangkan di Halmahera juga ada burung Cendrawasih yang ada di Irian Jaya.

Nah, kini Anda telah mengetahui asal mula terbentuknya daratan Indonesia. Termasuk kawasan manakah daerah tempat tinggal Anda?

Setelah Anda mengetahui sejarah terbentuknya daratan Indonesia dan terjadinya keanekaan fauna dan flora di Indonesia, maka kini Anda perlu mengetahui faktor-faktor apa yang menyebabkan terjadi keanekaan tersebut.

Pay Per Click Indonesia

Adsense Indonesia Bye Myspace Comments

Sumber-sumber bacaan dan unduhan

- http://langitselatan.com/, http://www.google.co.id/, http://id.wikipedia.org/wiki/Geografi, http://id.wikipedia.org/wiki/Tornado, http://rachmatwahidi.wordpress.com, http://andimanwno.wordpress.com, http://engineersblogs.blogspot.com, http://geo.ugm.ac.id/archives/100, http://www.e-dukasi.net/ untuk tujuan pembelajaran Geografi di kelas dan umum.

Bagi yang mau Upload File - Share File & Dapet Duit, Klik Banner di bawah