Link Geo sangat baik jika ditampilkan melalui FIREFOX. Anda dapat mendownloadnya di SINI

Buku-buku pilihan


Masukkan Code ini K1-89F7C3-1
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

Link-Geo Search Engine

Custom Search

Online Indonesian English Dictionary

Tampilkan postingan dengan label Peta dan Pemetaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peta dan Pemetaan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Agustus 2009

PETA BUTA sebagai alat/media BELAJAR IPS ?


Tahukah anda definisi dari Peta?

Di salah satu blog saya menemukan definisi Peta sebagai berikut:
Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan skala tertentu melalui suatu sistem proyeksi. Peta bisa disajikan dalam berbagai cara yang berbeda, mulai dari peta konvensional yang tercetak hingga peta digital yang tampil di layar komputer.

Apa fungsi PETA?

Secara umum fungsi peta sebagai berikut:
  1. Menunjukkan posisi atau lokasi suatu tempat di permukaan bumi,
  2. Memperlihatkan ukuran (luas, jarak) dan arah suatu tempat di permukaan bumi. Menggambarkan bentuk-bentuk di permukaan bumi, seperti benua, negara, gunung, sungai dan bentuk-bentuk lainnya.
  3. Membantu peneliti sebelum melakukan survei untuk mengetahui kondisi daerah yang akan diteliti.
  4. Menyajikan data tentang potensi suatu wilayah.
  5. Alat analisis untuk mendapatkan suatu kesimpulan.
  6. Alat untuk menjelaskan rencana-rencana yang diajukan.
  7. Alat untuk mempelajari hubungan timbal-balik antara fenomena-fenomena (gejala-gejala) geografi di permukaan bumi.
Sekarang bila kita mengingat pelajaran SeDe dulu Pada Kelas V (lima) terdapatnya materi "PETA BUTA" Coba kita pikirkan lagi, apakah materi ini masih tepat disebut dalam pembelajaran PETA ? Mengingat PETA BUTA kan tidak memiliki fungsi-fungsi di atas terutama dalam fungsi untuk menunjukkan lokasi. Nah coba deh kalo anda mau pergi ke suatu tempat yang asing dan membutuhkan PETA daerah tersebut, terus dikasihnya PETA BUTA, gimana coba? Kayak Orang Buta nuntun Orang Buta he he he

Jadi mungkin ada baiknya materi PETA BUTA untuk pembelajaran IPS di sekolah lebih baik dihilangkan saja karena secara umum akhirnya meniadakan fungsi dari peta dan sebaiknya setiap anak secara mandiri diajarkan untuk membaca PETA/Komponen PETA secara baik dan benar. Lebih baik lagi jika setiap siswa dikenalkan dahulu PETA wilayahnya/lingkungannya. Jangan terlalu luas menghapal lokasi pada PETA BUTA seluru Indonesia atau bahkan mungkin seluruh Dunia.

Minggu, 23 Agustus 2009

Perbedaan Peta dan Citra

Berdasarkan penjelasn di depan diketahui bahwa peta dan citra merupakan media yang sama-sama menggambarkan bumi, baik sebagian maupun keseluruhan. Namun perlu kita ketahui bahwa antara keduanya memiliki perbedaan-perbedaan tertentu, yaitu:

No.

Faktor Pembeda

Peta

Citra

1.

Waktu pembuatan

Lama, karena merupakan hasil penggambaran yang berulang-ulang dengan teknik tertentu.

Sebentar, karena merupakan hasil dari pemotretan langsung terhadap permukaan bumi.

2.

Bentuk

Merupakan gambar dua dimensi

Merupakan gambar tiga dimensi (jika dilihat secara stereoscopic)

3.

Objek/gambar

Berupa lambang atau symbol yang dapat mewakili objek di permukaan bumi.

Merupakan gambar objek yang sebenarnya.

4.

Komponen penjelas

Terdapat komponen-komponen tertentu yang dapat menjelaskan isi peta.

Tidak ada komponen-komponen. Oleh karena itu perlu interpretasi citra untuk mengetahui/mengenali objek.

5.

Hasil

Dapat dibaca tanpa alat Bantu bahkan oleh setiap orang.

Tidak dapat dibaca oleh sembarang orang, karena memerlukan alat Bantu dan keahlian tertentu untuk menafsirkan


http://everythingspossible.files.wordpress.com/2008/05/peta-jakarta.jpg

Menghitung Luas Bentang Alam dan Bentang Budaya

Objek bentang alam dan bentang budaya yang terekam pada citra dapat diinterpretasi dengan cara manual yaitu dengan menggunakan alat pengamat citra yang disebut stereoskop. Stereoskop dapat digunakan untuk pengamatan 3 dimensi dari foto udara. Dengan menggunakan stereoskop lensa Abram model F8 selain diperoleh kenmpakkan 3 dimensi, citra foto udara dapat diperbasar dua kali. Berbagai macam objek dapat dikenali jika menggunakan alat ini ketimbang jika hanya menggunakan lup (kaca pembesar).

Mengukur Luas

Cara mengukur luas secara sederhana dapat dilakuka dengan 3 macam metode, yaitu:

Ø Metode strip

Dalam metode ini diperlukan alat berupa lembaran plastic transparent dan spidol permanent. Pada lembaran plastik tersebut dilukiskan garis-garis yang saling sejajar dan berjarak sama dengan menggunakan spidol permanent. Pada objek yang akan diukur luasnya, ditumpangkan lembaran plastic transparent tsb. Kemudian pada batas-batas objek dibuat garis-garis yang tegak lurus dengan garis-garis yang sejajar sebelumnya. Perhatikan gambar di bawah ini !

Ø Metode bujur sangkar (grid)

Luas suatu objek dapat diukur dengan metode bujur sangkar. Dalam metode ini digunakan kertas berpetak-petak yang tembus pandang. Grid atau petak-petak biasanya berukuran 1 cm x 1 cm. Kertas berpetak-petak tersebut di tumpangkan di atas objek yang akan dihitung luasnya. Grid yang dihitung adalah objek yang berukuran 1 cm2 dan lebih dari setengahnya masuk ke dalam grid. Lihat Contoh di bawah ini !


Pada gambar di atas terdapat 7 grid dengan ukuran 1 cm2 yang menutupi objek, dan 10 grid yang luasnya lebih dari setengah. Berarti luas daerah pada gambar = 7cm2 + 10cm2 = 17 cm2. Jika skalanya 1 : 20.000, maka luas objeknya = 17 cm2 x 20.0002

= 6.800.000.000 cm2

= 68 ha

Ø Metode jaringan titik (dot)

Metode bujur sangkar dikembangkan lebih lanjut sehingga dikenal metode jaringan titik. Pada metode ini, pada lembaran tembus pandang ditetapkan titik-titik yang berjarak sama satu lain.

Dengan metode ini, lembaran titik-titik tadi ditumpangkan di atas objek yang akan diukur. Selanjutnya dihitung berapa banyak titik yang berada di atas objek yang diukur. Karena tiap titik dianggap mewakili satu bujur sangkar, maka luas objek yang akan diukur = jumlah titik x luas satu bujur sangkar.

Pengukuran luas objek yang sebenarnya dapat dilakukan dengan bantuan skala, atau dengan cara membandingkannya dengan luas objek lainnya yang sudah diketahui.

Rabu, 12 Agustus 2009

SIMBOL PETA ORIENTEERING

Bentukan Tanah


Bentukan Air


Tampilan Garis


Bangunan Buatan Manusia


Bentukan Batuan


Vegetasi

Olah Raga Orientering

Pengertian Orienteering

Orienteering adalah sebuah olah raga yang mana seorang orienteer (pelaku orienteering) menggunakan peta dan kompas dengan tepat dan akurat untuk menemukan titik di lapanganpermukaan bumi. Hal ini merupakan suatu kenikmatan jika dilakukan di hutan atau sebagai olahraga yang dilombakan.

Standar jalur orienteering terdiri dari start, rangkaian dari titik kontrol yang ditandai dengan lingkaran, dihubungkan oleh garis dan angka agar didatangi oleh peserta dan finish. Lingkaran pada titik kontrol terletak ditengah tempat yang akan ditemukan;atau disebut juga deskripsi kontrol (kadangkala disebut petunjuk). Diatas tanah, bendera kontrol menandakan lokasi dimana orienteer harus mendatangi lokasi tersebut.

Untuk membuktikan telah datang,seorang orienteer menggunakan "punches"/alat pelubang kertas atau stempel yang tergantung dekat bendera untuk menandai kartu kontrol yang dibawanya.Tanda pelubang tidak sama pada tiap titik kontrol untuk membedakan titik kontrol satu dengan lain.

Jalur antara "control" tidak selalu spesifik, dan ini keseluruhannya tergantung kepada orienteer, maka pemilihan rute yang tepat dan kemampuan navigasi adalah esensi utama dari orienteering.

Banyak kegiatan orienteering menggunakan titik start yang sama dengan finish untuk memastikan bahwa tiap orienteer mempunyai kesempatan untuk memilih rute mereka sendiri, dengan batasan waktu yang telah ditentukan.

Peta

peta orienteering

Meskipun mungkin untuk melakukan orienteering dengan sembarang peta, tetapi akan lebih mudah lagi jika menggunakan peta yang khusus untuk orienteering. Selain petanya akurat dan detil, peta tersebut disiapkan dengan skala manusia, daerah-daerah dan perkembangan wilayah dipetakan sehingga apa yang nampak di peta adalah hasil dari pembangunan manusia, dan perluasan wilayah berlangsung dengan cepat.

Peta orienteering berkembang dengan cepat kurang lebih 50 tahun yang lalu. Pada tahun 1940an, kegiatan orienteering di Skandinavia menggunakan peta dengan skla 1 : 100.000 (1 cm di peta = 1 Km) di lapangan , menggunakan peta terbitan pemerintah, kadang hitam putih dan tanpa garis kontur untuk menampilkan bentuk dari daratan. Dewasa ini, banyak kegiatan orienteering dilaksanakan dengan peta 5 warna yang memakai interval kontur 5 meter dan memakai skala 1 : 10.000 (1 : 100 meter).

Banyak ciri-ciri peta orienteering yang berhubungan dengan peta untuk mendaki gunung dan peta yang digunakan umumnya yang dibuat oleh pemerintah. Bagaimanapun, satu gambaran dari peta orienteering yang spesifik adalah : garis utara peta. Pada contoh terlihat disini, garis tersebut digambarkan dengan warna biru (pada beberapa peta berwarna hitam). GAris utara peta adalah garis lurus/sejajar yang membujur dari selatan magnetiske utara magnetis, dan membentang sepanjang 500 meter pada peta. Mengapa garis utara pada peta orienteering tidak sama dengan utara sebenarnya? sebab sudut antara utara magnetis dan utara sebenarnya (deklinasi) sangatlah besar pada beberapa tempat di dunia, dan alasan orienteer menggunakan kompas untuk menentukan arah nmeraka sendiri (kearah utara magnetis, bukan utara sebenarnya, ini menjadi standar untuk garis patokan pada peta sehingga mudah untuk menggunakan kompas orienteering untuk menentukan sudut kompas.

Beberapa aturan umum untuk simbol peta orienteeting dibuat agar sistem mudah dimengerti.



  • Simbol hitam digunakan untuk bentukan batuan (sebagai contoh batu besar, tebing, tanah berbatu) dan untuk tampilan garis seperti jalan,jalan setapak, gang sama seperti bangunan bangunan buatan manusia (sebagai contoh, reruntuhan dan gedung-gedung)
  • Simbol coklat digunakan untuk bentukan tanah seperti garis kontur, retakan tanah, bukit kecil.
  • Biru digunakan untuk bentukan air: danau, kolam,sungai, jeram,rawa-rawa.
  • Kuning untuk menampilkan vegetasi - khususnya untuk tanah terbuka tanpa hutan. Kepadatan dari warna kuning menunjukkan : warna kuning terang untuk padang rumput, kuning pucat untuk padang rumput dengan rumput yang tinggi.
  • Hijau digunakan untuk menunjukkan vegetasi yang menghambat pergerakan dari seorang orienteer. Daerah yang berwarna paling hijau, disebut &quotfight", yang hampir tidak mungkin untuk dilalui.
  • Putih di peta orienteering menunjukkan hutan dengan sedikit atau tanpa tanaman dibawah pohon - hutan yang dapat dilaluio oleh orienteer dengan mudah.
  • Ungu (atau merah) digunakan untuk menandai jalur orienteering di peta. Kondisi yang spesifik untuk kegiatan orienteering (seperti tempat untuk outbound dimana tanaman pertanian tumbuh) juga didesain dengan warna merah.

Sekilas Tentang Orienteering
road map

Orienteering berarti peta, hutan dan petualangan. tidak menjadi masalah apakah itu orang muda ataupun tua. anda dapat berlari dengan cepat, berlari dengan pelan ataupun berjalan. Anda dapat memulainya sesuai dengan keinginan dan memilih rute anda sendiri antara marker/tanda merah atau putih. Jika anda ingin sesuaitu yang menyenangkan, udara segar, menjelajahi wilayah pedesaan - orienteering dapat menjadi olahraga yang cocok bagi anda!

apakah orienteering? Orienteering adalah olahraga dimana pesaing nenentukan arahnya sendiri antara titik kontrol atau khususnya yang tergambar di peta. Ada berbagai macam orienteering, yang paling umum adalah orienteering dengan berjalan kaki. Untuk kegiatan ini, jalur membentang sepanjang kurang lebih 2 km untuk pemula dan anak-anak sampai 12 km untuk orienteer dewasa yang sudah berpengalaman. Pada beberapa kegiatan orienteering ada beberapa jalur untuk pemula dan untuk yang sudah ahli. Banyak Kegiatan orienteering di mulai pada kegiatan yang diberi kode warna (C4).

Mengapa Melakukan Orienteering? Orienteering mengambil lokasi di berbagai tempat di alam terbuka, dari taman kota sampai pedesaan hutan dan moorlands. Anda dapat menikmati pemandangan pedesaan, yang kadangkala belum pernah anda kunjungi, hal ini mudah, jalan yang tidak melelahkan menjadi tetap bugar.

d Orienteering adalah olah raga yang sempurna untuk pelajar. Karena mempunyai jalur yang menantang untuk segala usia dan kemampuan, dan dapat digunakan sebagai elemen di kurikulum nasional untuk IPA, Geografi dan Mathematika. Orienteering adalah sebuah aktivitas yang dapat dilakukan di halaman sekolah sama baiknya dengan di daerah pedesaan.

Pemilihan Jalur pada Orienteering

Navigasi pada orienteering dapat dibagi dalam dua faktor:

  • memilih satu dari beberapa rute yang mungkin untuk mencapat kontrol point
  • menemukan jalan anda sendiri sepanjang rute
Sekali anda belajar beberapa teknik dasar orienteering dan teknik navigasi, anda akan selalu dapat menemukan kontrol - jika peta yang diberikan akurat. Oleh karena itu, banyak perbedaan waktu individual dapat terjadi karena pemilihan rute. Ini memang benar adanya ketika kecepatan melewati wilayah bervariasi secara dramatis di tempat yang berbeda-beda, yang mana dapat terjadi oleh banyak alasan:

  1. jalan setapak di hutan lebih cepat dilewati
  2. vegetasi dipeta yang berwarna hijau dapat memperlambat perjalanan
  3. jalan menanjak dan kemudian menurun mungkin lebih lambat dibandingkan jalan mendatar
  4. jalur lebih cepat yang potensial mungkin tanpa bantuan navigasi, ketika rute yang lebih panjang/pendek menyediakan pendekatan navigasi yang mudah ke titik kontrol.
Faktor lain adalah tiap-tiap individu mungkin mempunyai kekuatan yang berbeda-beda; seorang mungkin berlari sangat cepat di jalan setapak, tetapi lambat secara drastis ketika masuk hutan; yang lain mungkin tidak mempunyai kecepatan yang baik, tetapi tangguh ketika jalan menanjak; yang lain lagi mungkin tidak punya kepercayaan diri dalam kemampuannya membaca kompas, tetapi mungkin sangat baik dalam hal membaca kontur. Jalur terbaik untuk pemula mungkin bukan jalur terbaik unruk para orienteer yang ahli.
Pilihan rute yang diberikan pada lomba diantara titik-titik kontrol mungkin mempunyai banyak solusi pilihan jalur yang terbaik. Tetapi, solusi jalur yang terbaik mungkin tidak menguntungkan ketika seorang orienteer tidak merencanakannya secara cermat.
Sebagai contoh, peta diatas dimana didalamnya terdapat pilihan jalur/rute dan variasi-variasinya yang diberikan kepada orienteer papan atas pada Kejuaraan Nasional swedia beberapa tahun yang lalu. Tiap jalur orienteer ditampilkan oleh satu garis merah, dan tempat dimana beberapa individu memakai jalur yang sama, nomor berwarna merah ditampilkan berapa banyak orienteer mengikuti beberapa bagian dari jalur. Beberapa tempat tidak bisa dilewati karena tanaman pertanian sedang tumbuh dan ditandai dengan silang merah.
Meskipun ini mungkin contoh yang ekstrem, hal ini menunjukkan variasi dari jalur (dan kombinasi subset dari jalur) yang dapat terjadi pada single leg.

Tipe-Tipe Kompas


Kompas yang baik mempunyai cairan yang terdapat di dalamnya; cairan tersebut mengatur gerakan dari jarum, sehingga anda dapat menggunakan kompas dengan baik walaupun memegangnya kurang dengan sempurna. Jangan membeli kompas yang murah tetapi tanpa cairan yang terdapat di dalamnya. Jarum kompas diwarnai dalam dua warna. Jika kompas digenggam secara benar (mendatar), ujung warna merah mengarah ke utara, dan putih mengarah ke selatan. An interesting detail is that there are northern- and southern-hemisphere compasses. This has to do with the fact that the magnetic field lines, to which a compass needle aligns, point into the earth at the north and south magnetic poles. kompas orienteeringKetika anda menggunakan kompas utara hemispher di, katakanlah, austeralia, arah selatan dari magnet mengarah kebawah oleh medan magnet, dan juga lebih berat dibanding arah utara - hasil di jarum yang dapat ditangkap dan ditarik pada dasar kompas ketika kompas diletakkan secara horizontal. When you use a northern hemisphere compass in, say, Australia, the south end of the magnet is pulled downwards by the magnetic field, and is also heavier than the north end - resulting in a needle that catches and drags on the bottom of the compass housing when the compass is held horizontal.
A good compass will last a long time. However, some things can go wrong with a compass: the plastic components can break, or the housing can develop a leak. Over time, the fluid within the housing may turn an opaque blue-green. And, very rarely, the magnetization of the compass needle may reverse, so that the south end now points to north.

Ada Dua Tipe Kompas Orienteering :

baseplate atau kompas protractor

Kompas tipe ini ditemukan oleh Kjellstrom bersaudara semasa perang dunia II dan terdiri atas sebuah rectangular baseplate, yang ditandai dengan panah warna merah sepanjang axis, dan lingkaran kompas ditandai derajat (hampir di seluruh dunia untuk lingkaran penuh adalahy 360 derajat , tetapi sebagian belahan eropa menggunakan 400 derajat). Tanda dibagian dasar rumah kompas adalah sebuah panah dan sebuah garis paralel di dalam panah tsb. tampilan tambahan mungkin termasuk lanyard untuk memasang kompas di pinggang, garis skala untuk ukuran jarak peta sepanjang satu atau lebih ujung dari baseplate, sebuah cermin untuk membaca peta secara detail, dan lubang berbentuk lingkaran dan segitiga untuk menandai jalur orienteering diatas peta.

Kompas Jempol / Ibujari kompas jempol

Di pertengahan tahun 1980 an, sebuah organisasi orienteering top dari Swedia membuat terobosan untuk mengganti kompas baseplate dengan mempertajam baseplate dan membuat lubang untuk memasang kompas tsb di jempol. Kompas ini lalu dipasang di jempol tangan kiri, diletakkan di atas kompas yang juga dipegang dengang tangan kiri pula. Keuntungan dari sisitem ini adalah peta dan kompas selalu di baca dalam satu unit, peta menjadi lebih mudah di baca dan cepat, ditambah satu tangan bebas bergerak; kekurangan adalah sudut yang sangat akurat sesuai dengan sudut kompas sangat sulit diambil. Kesukaan seseorang biasanya menentukan pemakaian tipe kompas yang akan dipakai; kejuaraan dunia memperbolehkan penggunaan kedua tipe kompas tersebuat.

Menggunakan tipe kompas yang lain, ada dua skill dasar yang dibutuhkan seorang orienteer :

  1. Membaca Peta
  2. Mengambil Sudut (Azimuth Magnetis)


Menggunakan kompas untuk membaca peta

Ini adalah teknik yang sederhana, dan ini mungkin kegunaan kompas yang paling penting :
  1. Pegang kompas secara horizontal.
  2. Letakkan kompas mendatar di atas peta.
  3. Putar peta sampai "garis utara" dari peta sejajar/satu garis lurus dengan jarum kompas.
Arah peta sekarang sudah sama dengan medan yang sebenarnya. Ini membuat lebih mudah dibaca, seperti membaca tulisan akan lebih mudah dari atas ke bawah.

Mengambil sudut

Setiap arah dapat dinyatakan sebagai sebuah sudut dengan acuan arah utara. di dalam kemiliteran atau kepramukaan, ini dinamakan sebuah "azimuth", dan sudut-sudutnya dinyatakan oleh angka dengan satuan derajat. Orienteer mempunyai cara yang mudah, hanya mengatur sudut pada kompas mereka dan menjaga jarum tetap dan tidak berubah, yang mana akan membawa mereka ke arah yang di tuju. Cara mudah mengatur arah pada kompas orienteering adalah :

  1. letakkan kompas di atas peta sehingga jarum kompas mengarah ke atas sesuai dengan jalan yang ingin anda tuju
  2. putar rumah kompas sehingga jarum kompas paralel dengan arah utara yang terdapat di peta (pastikan titik panah utara dan bukan selatan)
  3. take the compass off the map and hold it in front of you so that the direction of travel arrow points directly ahead of you
  4. rotate your body until the compass needle is aligned with the arrow on the base of the compass housing
  5. pick out a prominent object ahead of you along the direction of travel, go to it, and repeat the process (this way you can detour around obstructions but still stay on your bearing)

Bagaimana anda tahu telah menemukan titik kontrol?


bendera kontrol Bendera titik kontrol ditandai dengan lingkaran di peta. Bendera titik kontrol ini biasanya buatan pabrik digantung pada sebuah kotak segitiga seperti layang-layang dengan kerangka dari kawat. Tiap tiga segi empat bagian sisi-sisinya terbagi menjadi dua warna, segitiga bagian atas berwarna putih dan segi tiga bagian bawah berwarna oranye. Di Amerika Utara, bendera biasanya digantung pada cabang pohon atau kayu dekat titik kontrol, sedangkan di Eropa bendera biasanya digantung di tiang kayu atau taing logam yang ditancapkan kedalam tanah.

Ditempelkan atau diletakkan dekat bendera kontrol satu atau lebih dan sebuah kartu dengan " kode kontrol&quot. Tiap bendera ditandai dengan kode kontrol yang unik dan tidak ada yang sama, biasanya terdiri atas kombinasi dua huruf (angka boleh digunakan, tetapi aturan internasional menyatakan bahwa angka 1-40 tidak diperbolehkan untuk kode kontrol). Kode-kode ini biasanya terdaftar pada petunjuk yang menjelaskan kontrol pada tiap jalur, dan banyak orienteer menulis kode kontrol di kotak koresponden pada kartu kontrol, untuk memastikan bahwa mereka tidak melobangi kontrol yang salah atau pada kotak yang salah dari kartu pelobang. .


Bagaimana anda membuktikan jika telah mengunjungi titik kontrol?


Pelobang diletakkan atau digantung dekat bendera kontrol. Pelobang untuk orienteering adalah alat dari pastik berwarna merah terang dengan nomor dari gigi logam yang tajam. Orienteer menggunakan pelobang ini dengan menekan gigi logam yang mempunyai tanda tertentu pada kartu kontrol, di kotak koresponden pada titik kontrol yang sedang dikunjungi. Ketika titik kontrol telah dikunjungi oleh beberapa peserta, ketika titik kontrol digunakan oleh beberapa jalur yang berbeda, beberapa alat pelobang, semua menggunakan dengan tanda yang sama.

Pada garis finish, orienteer memberikan kartu kepada panitia, yang kemudian mengecek apakah pelobangan kartu kontrol sesuai dengan nomor kontrol tersebut.

pelobang



kartu Kontrol

kartu kontrol Kartu kontrol dapat terdiri dari banyak bentuk, tetapi yang paling penting didalamnya terdapat kotak nomor untuk dilobangi. Untuk hampir semua lomba orienteering, start dimulai secara per individu atau berkelompok, sehingga tidak ada dua orang atau kelompok pada titik start pada waktu yang sama. Tujuannya adalah agar tiap individu melakukan navigasinya sendiri; mengikuti peserta yang lain dilarang dalam peraturan.

Kejuaraan orienteering dunia dan beberapa kejuaraan nasional berdasarkan pada satu race. akan tetapi, pada kejuaraan orienteering Amerika Utara biasanya menggunakan dua jalur yang terpisah yang dilaksanakan selama dua hari (kadang dengan peta yang terpisah pula) total point tertinggi dan waktu tercepat selama dua hari akan menentukan pemenang, dan kejuaraan dunia yang terbesar, Sweden's O-Ringen, adalah lomba yang dilaksanakan selama 5 hari dengan pemenang ditentukan oleh total waktu tercepat. Banyak lomba termasuk variasi jalur dari tingkat pemula (navigasinya mudah, sekitar 3 km) sampai kategori tertinggi (sukar, sekitar 10 km). Kejuaraan yang lebih besar juga akan mempunyai kelas yang berbeda untuk pria dan wanita, dan juga untuk kelompok umur yang berbeda.

Standar lomba orienteering adalah point-to-point race (lomba dengan mencari kontrol dari titik satu ke titik lainnya); kontrol diberi angka di peta dan saling berhubungan agar peserta mendatanginya. Untuk mencapai tiap kontrol, orienteer melobangi/membubuhkan stempel pada kotak nomor yang tersedia pada kartu kontrol. Hal ini untuk memudahkan panitia untuk mengecek bahwa titik kontrol tersebut benar-benar telah dikunjungi. Kadangkala seorang orienteer melakukan kesalahan dengan melobangi atau menyetempel pada kotak yang salah pada kartu; jika hal ini terjadi, prosedur yang benar adalah melobangi atau menyetempel pada kotak yang benar, dan atau melobangi atau menyetempel pada kartu yang tidak biasa secara normal digunakan (sebagai contoh, # 20 seharusnya digunakan untuk # 12, sehingga # 12 disetempel dan # 20 disetempel pada kotak cadangan) sampai pemeriksaan dilakukan anda dapat menjelaskan pada panitia penyelenggara tentang kesalahan tersebut.

Kartu kontrol ini digunakan di Amerika Utara. Jika ini dilakukan di swedia, maka lombanya harus berskala besar dan aturannya lebih ketat, orienteer didiskualifikasi jika - sebab dua atau tanda stempel/lobang, misalnya #2 and #8, tidak dimasukkan pada kartu kontrol.

Cara menggunakan kompas


1. Letakkan pinggir dari kompas sehingga membuat garis dari posisi anda ke arah posisi yang akan anda tuju (sehingga pinggir dari kompas membuat garis lurus yang menghubungkan posisi anda di peta ke tempat yang akan anda tuju). Pada diagram disamping, sudut kompas diambil dari tikungan jalan ke kontrol point nomor 3 (jalan digambarkan oleh garis hitam; tanda merah dibuat di diagram ke titik luar dari tikungan jalan.) pastikan bahwa arah dari panah perjalanan pada puncak kompas menuju ke arah yang akan anda tuju, dan bukan ke arah sebaliknya.





2. Letakkan kompas di atas peta, dan biarkan jarum bergerak beberapa saat, putar piringan kompas sehingga garis lurus pada rumah kompas sejajar dengan utara peta. Pastikan bahwa N pada piringan menghadap ke utara (dan bukan ke selatan).






3. Biarkan susunan yang sudah anda buat tersebuat, putar badan, kompas dan peta sampai warna merah pada jarum kompas mengarah ke N pada piringan. (Ingat, jarum jarum tidak berputar/jarum selalu mengarah ke utara, anda kompas dan peta mengelilinginya. Arah dari panah perjalanan pada kompas sekarang mengarah ke tujuan yang anda inginkan.

petunjuk yang diilustrasikan diatas adalah menggunakan kompas orienteering. Ingat bahwa fungsi yang paling penting dari kompas adalah untuk mengorientasikan peta. Dan ingat, membaca kompas masih sangat penting juga!

Pada tahap ini seorang orienteer mungkin siap untuk membuat peta yang sangat sederhana pada area yang sangat sempit, misalnya pada halaman sekolah. Ini adalah latihan yang sangat baik sekali untuk melatih kemampuan peta dan kompas, dan akan menguatkan hampir segala latihan/ pelajaran pada bab ini.


Contoh-contoh kompas

[L35_Tangan.jpg]

http://www.geocities.com/ourormed/smbseplt.gif

Selasa, 11 Agustus 2009

Titik Koordinat PETA

Anda pasti pernah membaca atau mendengar “Lokasi gempa berada pada titik 2,52 LS-110,03 BT” Jika ya, itulah yang disebut titik koordinat. Sebuah titik yang menunjukan sesuatu atau lokasi (orang, pusat gempa, lokasi pesawat jatuh, de el el), sebuah lokasi di permukaan bumi yang diwakilkan dengan sebuah peta.Para pendaki gunung (dalam Navigasi Darat) juga patut mengetahui serta mempelajari guna mengetahui posisinya.

Tulisan ini merupakan respon saya atas pertanyaan tentang titik koordinat pada materi peta. Yah sukur sukur sih berharap juga bisa terkumpul menjadi menjadi sebuah penjelasan yang berarti.

Dalam menentukan titik atau tempat dipeta, kita dapat melakukan beberapa cara, diantaranya:

  1. Dengan cara Koordinat Geografi
  2. Dengan cara Koordinat Peta. Koordinat peta terdapat tiga cara penunjukan, yakni: cara koordinat 4 angka, cara koordinat 6 angka, dan cara koordinat 8 angka
  3. Dengan cara karvak
  4. Dengan cara titik pangkal, dan
  5. Dengan cara garis pangkal

Banyak juga caranya kan? Penunjukan titik atau tempat dipeta yang kita sering dengar adalah dengan cara koordinat geografi dan peta. Maka, dalam tulisan ini saya hanya akan memaparkan dua cara itu. Lainnya n'tar ya menyusul.:))

Koordinat Geografi
Penunjukan titik atau tempat di peta dengan cara koordinat geeografi diartikan oleh N.S.Adiyuwono dalam bukunya Teknik Membaca Peta dan Kompas (1995) merupakan suatu sistem untuk menentukan suatu kedudukan atau titik di permukaan bumi (dalam bidang lengkung). Sistem ini dinyatakan dalam derajat dengan meridian Greenwich sebagai lintangnya 0
°.

Contoh:

Koordinat A:
Koordinat B:

(maaf, belum dilengkapi gambar serta penjelasan)

Koordinat Peta
Sistem koordinat peta, masih dalam pengertian N.S. Adiyuwono, merupakan system untuk menentukan kedudukan suatu titik atau tempat pada suatu peta. Lembar peta dibagi atas garis-garis koordinat yaitu garis mendatar dan garis tegak (berbentuk kotak-kotak bujur sangkar)

Seperti yang sudah disinggung diatas. Koordinat peta terdapat tiga cara penunjukan, yakni: cara koordinat 4 angka, cara koordinat 6 angka, dan cara koordinat 8 angka.

  1. Cara 4 angka: digunakan untuk memperlihatkan posisi suatu tempat yang cukup lebar, misalkan untuk menunjukan lokasi danau, telaga dsb. Jarak kira-kira 1000 meter (sisi bujur sangkar dibagi 1000)
  2. Cara 6 angka: digunakan untuk menunjukan lokasi yang sempit. Semisal, loksai kemah, titik pertemuan (check poin) dll. Jarak 100 meter. (sisi bujursangkar dibagi 10 bagian)
  3. Cara 8 angka: digunakan untuk menunjukan suatu titik, miasal titik triangulasi, lokasi korban (sisi bujur sangkar dibagi 100)

Penjelasan dg gambar akan menyusul


Dalam peta buatan Badan Koordinasi dan pemetaan Nasional (Bakorsurtanal), pada dasarnya teknik pembacaan titik kordinat geografi dan titik koordinat peta dijelaskan di peta, yakni dibagian kiri bawah peta.

Prinsip Kerja GPS

Bagaimana GPS bekerja, kita bisa bagi menjadi 5 tahapan atau konsep GPS itu bekerja sebagai berikut :

1. Dasar dari GPS adalah konsep triangulasi dari beberapa satelit. Metode triangulasi merupakan metode penentuan titik menggunakan prinsip-prinsip segitiga

2. Untuk melakukan proses triangulasi, receiver GPS mengukur jarak dengan dasar waktu yang diperlukan oleh sinyal radio untuk melakukan perjalanan dari transmitter yang ada di satelit ke receiver GPS kita.

3. Untuk mengukur lamanya waktu perjalanan, GPS memerlukan waktu yang sangat akurat dimana dicapai dengan melakukan beberapa trik atau cara.

4. Seiring dengan jarak, Kita juga harus mengetahui secara tepat dimana posisi satelit GPS berada. Kuncinya adalah mengetahui tinggi orbit satelit GPS dan memantau satelit GPS itu dalam orbital.

5. Terakhir, Anda harus mengkoreksi untuk setiap keterlambatan sinyal radio GPS setelah melewati perjalanan melalui lapisan Atmospere

Dibalik itu semua, sebenarnya ide dasar penghitungan posisi menggunakan GPS adalah kita menggunakan posisi satelit GPS yang berada di ruang Angkasa dijadikan titik referensi untuk menentukan posisi titik di bumi. Dengan pengukuran yang sangat akurat jarak dari minimal 3 satelit GPS kita dapat menentukan posisi di manapun di bumi dengan metode triangulasi.

Geometri satelit GPS

Misal kita mengukur jarak kita dari satelit dan diperoleh hasil 11.000 mil. Perlu diketahui dengan jarak 11000 mil dari satelit yang sangat jauh, semua akan terlihat cakupan yang luas dan seolah-olah bumi yang dilihat dari satelit terpusat menjadi satu titik. Yang jadi pertanyaan, bagaimana kita dapat mengukur jarak dari sesuati yang bergerak? Jawabannya sama yaitu dengan menghitung berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengirim sinyal dari satelit GPS ke tempat receiver GPS itu berada. Jadi dimanapun receiver GPS itu, di pesawat udara, kapal laut atau kendaraan di darat tidak menjadi masalah.

Perlu diingat pula bahwa mengukur perjalanan waktu sinyal radio GPS itu merupakan suatu hal yang penting, sehingga settingan waktu pada receiver GPS harus benar-benar tepat. Seandainya setting waktu receiver GPS berhenti ataupun berbeda seperseribu detik pun itu berpengaruh. Begitupula jam atau setting waktu GPS Satelit, jamnya mati atau telat seperseribu detik, maka dengan konversi kecepatan cahaya, kesalahan sinyal yang ditransmisikan errornya sekitar 200 mil. Tapi tenang, di bagian satelit GPS telah menggunakan jam yang sangat akurat, karena satelit GPS dilengkapi dengan jam atom di dalamnya.

Bagaimana dengan jam receiver GPS kita yang di bumi ?

Harap diingat bahwa keduanya antara satelit GPS dengan receiver GPS harus benar-benar sinkron terhadap masing-masing code pseudo randomnya, untuk membuat system GPS berjalan benar. Apabila receiver GPS kita memerlukan jam atom (dimana biayanya sekitar 50 ribu dollar sampai 100 ribu dollar), maka GPS menjadi teknologi yang tidak berguna, karena tentunya kita susah untuk mengeluarkan uang sebesar itu untuk sebuah teknologi.

Untungnya para pakar GPS mencoba dengan ide jitunya memberikan trik-trik mengenai akurasi jam pada receiver GPS kita. Trik ini merupakan salah satu elemen kunci dari GPS dan telah ditambahkan manfaat keakuratan jam atom pada GPS receiver. Rahasia untuk mendapatkan waktu yang tepat adalah dengan melakukan pengukuran atau pengamatan satelit GPS lebih banyak. Benar, dengan menggunakan pengukuran 3 satelit GPS, maka dapat menentukan posisi suatu titik dalam suatu bentuk ruang 3 dimensi, begitu juga dengan mengukur menggunakan 4 satelit GPS dapat mendapatkan hasil lebih baik.

http://www.directionsmag.com/images/articles/GPS_articles/realtime_diff_GPS.jpg

Rabu, 29 Juli 2009

Proyeksi Peta

Persoalan ditemui dalam upaya menggambarkan garis yang nampak lurus pada muka lengkungan bumi ke bidang datar peta. Bila cakupan daerah pengukuran dan penggambaran tidak terlalu luas, seperti halnya dalam ilmu ukur tanah (plane surveying) yang muka lengkungan bumi bisa dianggap datar maka tidak ditemui perbedaan yang berarti antara unsur di muka bumi dan gambarannya di peta.

Proyeksi peta adalah teknik-teknik yang digunakan untuk menggambarkan sebagian atau keseluruhan permukaan tiga dimensi yang secara kasaran berbentuk bola ke permukaan datar dua dimensi dengan distorsi sesedikit mungkin. Dalam proyeksi peta diupayakan sistem yang memberikan hubungan antara posisi titik-titik di muka bumi dan di peta.

Bentuk bumi bukanlah bola tetapi lebih menyerupai ellips 3 dimensi atau ellipsoid. Istilah ini sinonim dengan istilah spheroid yang digunakan untuk menyatakan bentuk bumi. Karena bumi tidak uniform, maka digunakan istilah geoid untuk menyatakan bentuk bumi yang menyerupai ellipsoid tetapi dengan bentuk muka yang sangat tidak beraturan.

Untuk menghindari kompleksitas model matematik geoid, maka dipilih model ellipsoid terbaik pada daerah pemetaan, yaitu yang penyimpangannya terkecil terhadap geoid. WGS-84 (World Geodetic System) dan GRS-1980 (Geodetic Reference System) adalah ellipsoid terbaik untuk keseluruhan geoid. Penyimpangan terbesar antara geoid dengan ellipsoid WGS-84 adalah 60 m di atas dan 100 m di bawah-nya. Bila ukuran sumbu panjang ellipsoid WGS-84 adalah 6 378 137 m dengan kegepengan 1/298.257, maka rasio penyimpangan terbesar ini adalah 1 / 100 000. Indonesia, seperti halnya negara lainnya, menggunakan ukuran ellipsoid ini untuk pengukuran dan pemetaan di Indonesia. WGS-84 "diatur, diimpitkan" sedemikian rupa diperoleh penyimpangan terkecil di kawasan Nusantara RI. Titik impit WGS-84 dengan geoid di Indonesia dikenal sebagai datum Padang (datum geodesi relatif) yang digunakan sebagai titik reference dalam pemetaan nasional. Sebelumnya juga dikenal datum Genuk di daerah sekitar Semarang untuk pemetaan yang dibuat Belanda. Menggunakan ER yang sama – WGS 84, sejak 1995 pemetaan nasional di Indonesia menggunakan datum geodesi absolut. DGN-95. Dalam sistem datum absolut ini, pusat ER berimpit dengan pusat masa bumi.

Untuk memudahkan rekonstruksi proyeksi peta dari titik di muka bumi maka digunakan model spheroid dengan volume yang sama dengan spheroid terbaik. Rekonstruksi proyeksi peta yang baik adalah yang bisa meminimkan distorsi dalam hal: luas, bentuk, arah dan jarak. Dalam praktek tak ada satupun sistem proyeksi peta yang bisa menghasilkan peta dengan keempat faktor luas, bentuk, arah dan jarak tidak mengalami distorsi. Upaya mempertahan salah satu unsur berakibat terjadinya distorsi pada unsur yang lain.

Sistem proyeksi peta dibuat untuk mereduksi sekecil mungkin distorsi tersebut dengan:

  • Membagi daerah yang dipetakan menjadi bagian-bagian yang tidak terlalu luas, dan
  • Menggunakan bidang peta berupa bidang datar atau bidang yang dapat didatarkan tanpa mengalami distorsi seperti bidang kerucut dan bidang silinder.

Kebanyakan orang enggan untuk berpindah atau ganti dari satu sistem proyeksi peta ke sistem proyeksi peta yang lain. Namun dengan berkembang majunya teknologi komputer dan komunikasi dengan terapannya dalam bidang pemetaan, seperti GPS dan GIS, maka perpindahan sistem proyeksi merupakan hal yang penting dan untuk dikerjakan.

5.2 Tujuan dan Cara Proyeksi Peta

Sistem Proyeksi Peta dibuat dan dipilih untuk:

  • Menyatakan posisi titik-titik pada permukaan bumi ke dalam sistem koordinat bidang datar yang nantinya bisa digunakan untuk perhitungan jarak dan arah antar titik.
  • Menyajikan secara grafis titik-titik pada permukaan bumi ke dalam sistem koordinat bidang datar yang selanjutnya bisa digunakan untuk membantu studi dan pengambilan keputusan berkaitan dengan topografi, iklim, vegetasi, hunian dan lain-lainnya yang umumnya berkaitan dengan ruang yang luas.

Cara proyeksi peta bisa dipilah sebagai:

  • Proyeksi langsung (direct projection): Dari ellipsoid langsung ke bidang proyeksi.
  • Proyeksi tidak langsung (double projection): Proyeksi dilakukan menggunakan "bidang" antara, ellipsoid ke bola dan dari bola ke bidang proyeksi.

Pemilihan sistem proyeksi peta ditentukan berdasarkan pada:

  • Ciri-ciri tertentu atau asli yang ingin dipertahankan sesuai dengan tujuan pembuatan / pemakaian peta,
  • Ukuran dan bentuk daerah yang akan dipetakan,
  • Letak daerah yang akan dipetakan.

5.3 Pembagian Sistem Proyeksi Peta

Secara garis besar sistem proyeksi peta bisa dikelompokkan berdasarkan pertimbangan ekstrinsik dan intrinsik.

5.3.1 Pertimbangan Ekstrinsik:

Bidang proyeksi yang digunakan:

  • Proyeksi azimutal / zenital: Bidang proyeksi bidang datarhttp://lh6.ggpht.com/_SH5T9_mvy-c/SiSO-WBoUfI/AAAAAAAAAXk/t3qZpts7BDo/3.JPG
  • Proyeksi kerucut: Bidang proyeksi bidang selimut kerucut.

http://lh6.ggpht.com/_SH5T9_mvy-c/SiSO-aas_hI/AAAAAAAAAXo/gxY1nSuHtvA/4.JPG
  • Proyeksi silinder: Bidang proyeksi bidang selimut silinder.http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_125/images/geo103_36.GIF

Persinggungan bidang proyeksi dengan bola bumi:

  • Proyeksi Tangen: Bidang proyeksi bersinggungan dengan bola bumi.
  • Proyeksi Secant: Bidang Proyeksi berpotongan dengan bola bumi.
  • Proyeksi "Polysuperficial": Banyak bidang proyeksi

Posisi sumbu simetri bidang proyeksi terhadap sumbu bumi:

  • Proyeksi Normal: Sumbu simetri bidang proyeksi berimpit dengan sumbu bola bumi.
  • Proyeksi Miring: Sumbu simetri bidang proyeksi miring terhadap sumbu bola bumi.
  • Proyeksi Traversal: Sumbu simetri bidang proyeksi ^ terhadap sumbu bola bumi.

5.3.2 Pertimbangan Intrinsik:

Sifat asli yang dipertahankan:

  • Proyeksi Ekuivalen: Luas daerah dipertahankan: luas pada peta setelah disesuikan dengan skala peta = luas di asli pada muka bumi.
  • Proyeksi Konform: Bentuk daerah dipertahankan, sehingga sudut-sudut pada peta dipertahankan sama dengan sudut-sudut di muka bumi.
  • Proyeksi Ekuidistan: Jarak antar titik di peta setelah disesuaikan dengan skala peta sama dengan jarak asli di muka bumi.

Cara penurunan peta:

  • Proyeksi Geometris: Proyeksi perspektif atau proyeksi sentral.
  • Proyeksi Matematis: Semuanya diperoleh dengan hitungan matematis.
  • Proyeksi Semi Geometris: Sebagian peta diperoleh dengan cara proyeksi dan sebagian lainnya diperoleh dengan cara matematis.

Tabel 5.1: Kelas proyeksi peta


KELAS

Pertimbangan
EKSTRINSIK

1. Bid. Proyeksi

Bid. Datar

Bid. Kerucut

Bid. Silinder

2. Persinggungan

Tangent

Secant

Polysuperficial

3. Posisi

Normal

Oblique/Miring

Transversal

Pertimbangan
INTRINSIK

4. Sifat

Ekuidistan

Ekuivalen

Konform

5. Generasi

Geometris

Matematis

Semi Geometris

Pertimbangan dalam pemilihan proyeksi peta untuk pembuatan peta skala besar adalah:

  • Distorsi pada peta berada pada batas-batas kesalahan grafis
  • Sebanyak mungkin lembar peta yang bisa digabungkan
  • Perhitungan plotting setiap lembar sesederhana mungkin
  • Plotting manual bisa dibuat dengan cara semudah-mudahnya
Menggunakan titik-titik kontrol sehingga posisinya segera bisa diplot.

Pay Per Click Indonesia

Adsense Indonesia Bye Myspace Comments

Sumber-sumber bacaan dan unduhan

- http://langitselatan.com/, http://www.google.co.id/, http://id.wikipedia.org/wiki/Geografi, http://id.wikipedia.org/wiki/Tornado, http://rachmatwahidi.wordpress.com, http://andimanwno.wordpress.com, http://engineersblogs.blogspot.com, http://geo.ugm.ac.id/archives/100, http://www.e-dukasi.net/ untuk tujuan pembelajaran Geografi di kelas dan umum.

Bagi yang mau Upload File - Share File & Dapet Duit, Klik Banner di bawah